Dawud Abd's Weblog

Never Ending Learning

More About Me...

blank

Another Tit-Bit...

blank

Adios 'Tango'!!

Bentar lg piala dunia digelar di Jerman, 9 Juni 2006. Buat yg suka bola pastinya udh ga sabar nih.. seperti biasa, saya pasti ttp jagoin negaranya Maradona, argentina.. Dibwh ini ada listnya yg saya ambil dr blog timnas argentina. sygnya bbrp pemain andalan saya malah ga kepilih, antara lain Zanetti, Samuel, Demichelis dan D'aessandro.. justru membawa Schaloni n Cufre yang masih minim pengalaman maen di timnas. anyway, tim ini ttp pny talenta2 hebat.. Semoga aja Pakerman bisa membawa tim Tango menjadi kampium untuk ketiga kalinya.

The Argentina's official list for the 2006 FIFA World Cup Germany:

Goalkeepers
Roberto Abbondanzieri (Boca Juniors, Argentina)
Leonardo Franco (Atlético de Madrid, España)
Oscar Ustari (Independiente, Argentina).

Defenders
Fabricio Coloccini (Deportivo La Coruña, España)
Roberto Ayala (Valencia, España)
Gabriel Heinze (Manchester United, Inglaterra)
Juan Pablo Sorin (Villarreal, España)
Lionel Scaloni (West Ham United (Inglaterra)
Gabriel Milito (Zaragoza, España)
Nicolás Burdisso (Inter, Italia)
Leandro Cufré (Roma, Italia)

Midfield
Esteban Cambiasso (Inter, Italia)
Javier Mascherano (Corinthians, Brasil)
Luis González (Porto, Portugal)
Pablo Aimar (Valencia, España)
Juan Román Riquelme (Villarreal, España)
Maximiliano Rodríguez (Atlético de Madrid, España)

Strikers
Carlos Tevez (Corinthians, Brasil)
Hernán Crespo (Chelsea, Inglaterra)
Lionel Messi (Barcelona, España)
Rodrigo Palacio (Boca Juniors, Argentina)
Javier Saviola (Sevilla, España)
Julio Cruz (Inter, Italia)

Becoming a Better Listener

Tuhan 'memecah' wajah manusia dengan berbagai indera sehingga menjadi tidak rata dan lebih berguna. Indera-indera seperti mata, hidung, mulut dan telinga justru paling dominan membentuk karakteristik seseorang. Keindahannya akan mempengaruhi ketampanan dan kecantikan seseorang.Namun sebenarnya ada yang lebih penting dari sekedar bentuk dan rupa, yaitu fungsi indera itu sendiri. Bagaimana kita menggunakan indera-indera tersebut dengan sebaik dan sebijak mungkin. Seorang guru SD ataupun orang tua mencoba bertanya pada muridnya atau anaknya, Kenapa Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut. Sambil bernasihat mereka menjelaskan bahwa itu artinya kita musti lebih banyak mendengar daripada berbicara. Bukan berarti kita tidak boleh proaktif, namun kita diharapkan lebih menghargai sebuah proses "mendengar" yang sering terlalaikan. Manusia terkesan lebih suka berbicara daripada hanya mendengar, memerintah daripada dinasihati dan lebih senang menguasai pembicaraan.

Hal inilah yang menjadi tantangan seorang pemimpin, jiwa ledership kadang mengabaikan sebuah proses mendengar. Menurut John Baldoni dalam sebuah website yang membahas tentang leadership, tips pertama untuk menjaga dan menumbuhkan jiwa leadership dalam diri kita adalah menjadi pendengar yang baik. Karena dengan mendengar yang baik, selain bisa lebih memahami permasalahan, wujud menghargai pembicara, namun juga memberi kesempatan lebih pada diri kita untuk mengexplore pemikiran kita sehingga bisa lebih matang dalam memberi komentar, jawaban maupun solusi.

Dibawah ini adalah langkah-langkah untuk menjadi pendengar yang baik:
1. Buatlah kontak mata yang bersahabat (friendly eye contact) dengan pembicara atau orang yang sedang bicara.
2. Hargailah pembicara dengan bahasa tubuh yang penuh perhatian
3. Jangan suka memotong pembicaraan
4. Mengangguklah sebagai pertanda setuju pada apa yang dikatakan pembicara
5. Sesekali berikanlah pertanyaan pada waktunya
6. Pahami dengan cermat pernyataan pembicara
7. Berilah jawaban atau komentar disaat permasalahan sudah lebih jelas tersampaikan

Ingat, orang yang banyak bicara bukan berarti lebih pandai dan berkuasa. Justru orang yang aktif bicara, kadang hanya kamuflase untuk menutupi kebodohan dan kelemahannya. Sebaliknya, dengan menjadi pendengar yang lebih baik justru akan tersirat wibawanya. Namun pendengar yang baik tidak diartikan sebagai orang yang lebih banyak mendengar, bahkan mengarah ke 'yes-man', namun orang yang tahu dan paham kapan saat yang tepat untuk berbicara dan kapan saatnya mendengar. Let's we try to be a better listener..