Dawud Abd's Weblog

Never Ending Learning

More About Me...

blank

Another Tit-Bit...

blank

Personality Inventories

Seringkali, beberapa teman saya beranggapan bahwa saya adalah tipikal pribadi yang introvert, namun temen-temen saya yang sdh akrab menyangkal karena menurutnya, saya justru berkarakter lumayan extrovert. Berawal dr beberapa point of view tersebut, saya mencoba menggalinya dengan mensarikan bukunya Noe tentang The Five Major Dimensions of Personality Inventories.

Menurutnya ada lima karaketristik utama pada pribadi seseorang, yaitu:
1. Extroversion (mementingkan hal-hal lahiriah)
Yaitu orang yag mempunyai ciri-ciri karakter sociable (peramah dan suka bergaul), gregarious (suka berteman, berkumpul, berinteraksi dan berorganisasi), assertive (tegas), talkactive (aktif berbicara) dan expressive
2. Adjustment (menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya)
Orang seperi ini biasanya berkarakter tenang, santai, emotionally stable, nondepressed, secure (merasa aman dan terjamin) dan content (merasa senang dan puas dengan apa yang sudah diraih)
3. Agreeableness (ramah dan menyenangkan)
Pribadi yang courteous (sopan santun), trusting (penuh kepercayaan), good-natured (berbudi pekerti dan baik hati), tolerant (sabar dan bersikap toleran), cooperative (bisa bekerjasama dengan baik), dan forgiving (pemaaf atau mudah memaafkan)
4. Conscientiousness (waspada dan berhati-hati)
Karakter yang dependable (dapat dipercaya dan diandalkan), organized (mampu mengatur atau mengorganizir), persevering (tekun), through dan achievement-oriented (berorientasi pencapaian hasil)
5. Inquisitiveness (ingin tahu)
Personality yang curious (mempunyai rasa keingintahuan yang lebih), imaginative (mudah berimaginasi), artistically sensitive (lumayan peka), broad-minded (luas pendirian) dan playful (suka bermain, melucu atau humoris)

Nah, dari 5 dimensi diatas, ternyata terdapat karakteristik extrovert, bahkan dalam penjelasannya cukup mencolok perbedaannya dengan 4 karakter selanjutnya sehingga bisa dengan mudah mengidentifikasinya. Sedangkan introvert tidak terklasifikasi dengan jelas, walau mgkn bisa dimasukkan adjustment atau agreeableness. Seseorang yang introvert disuatu kesempatan bisa saja berubah menjadi extrovert, begitu juga sebaliknya. Jadi introvert-extrovert bukanlah baik atau buruk, tidak extremely bertolak belakang seperti cerewet dan pendiam dan tidak bisa dengan mudah disederhanakan sebagai proaktif-pasif.
Kepribadian memang suatu yang bias. Orang yang dikenal baik, ramah dan penuh kasih sayang, tiba-tiba tega membunuh orang. Seorang panutan warga tidak disangka-sangka ternyata melecehkan anak dibawah umur. Atau sebaliknya seorang preman ternyata gemar bersedekah. Memang tidak ada yang aneh di jaman sekarang.. Sebelum mengenali kepribadian seseorang, coba kita fahami kepribadian kita sendiri. Bisa saja kita mempunyai pribadi yang melebar dan susah ditebak. Asal kita tidak suka berdiri sebagai pribadi yang bukan diri kita sebenarnya. Munafik.. itulah julukan yang sering diberikan pada orang yang bermuka dua.
Jadi, cenderung masuk karakteristik pribadi yang mana..itulah anda..pribadi yang memang tidak ada duanya di dunia ini..

Only God knows when

Minggu kemarin, ndatengin lagi undangan temen nikah. Dan sekali lagi, didokumentasikan untuk berdiri di samping mempelai penganten. Nah, saya sendiri kapan ya bergeser di tengah dan tidak melulu jadi pendamping; hehe.. (only God knows when). Buat Agung (gugun), selamat menempuh hidup baru. Semoga menjadi keluarga yang bahagia, romantis, harmonis, sakinah, mawaddah warohmah.. amiin.. punya anak yang banyak dan lutju2; hehe.. sukses ya..

Do it now!

Entah kenapa hari ini saya teringat dengan salah seorang saudara saya.. Dia adalah seorang bapak yang hidup sederhana dan sangat menyayangi keluarganya. Sehari-hari dia bekerja sebagai mekanik pada sebuah bengkel sepeda motor. Di suatu pagi (beberapa tahun yang lalu), seperti biasa dia menyempatkan sarapan pagi bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Pada saat makan, dia melihat anak bungsunya yang masih berumur 3 tahun sedang bermain korden/selambu yang terpasang di salah satu pintu kamar. Korden tersebut sudah dalam keadaan sobek dan berlubang di tengahnya, lubang tersebut dijadikan tempat sandaran leher kepala anak itu untuk dimainkan dengan sambil mengayun-ayunkannya badannya. Sambil tertawa, anak tersebut terus bermain-main dengan kakaknya.
Masih di meja makan, bapaknya ikut senyum melihat permainan anak bungsunya tersebut. Namun dalam hatinya terbersit pemikiran bahwa korden yang dia miliki sudah sobek dan nggak layak untuk dipasang, dan bahkan bisa berbahaya bila terus dipakai buat mainan anakanya. Dan dia berencana segera melepas korden tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Namun keingin tersebut ditundanya, karena dia harus buru-buru berangkat kerja.
Setelah dua jam dia berada di tempat kerja yang gak terlalu jauh dr rumahnya, dia mendengar kabar buruk bahwa anak bungsunya tersebut meninggal karena terjerat lehernya dikorden yang sobek tersebut. Pada saat itu ibu dan kakaknya sedang diluar rumah, jadi tidak melihat anak bungsunya tersebut tidak bisa bernafas karena terjerat dan tergantung oleh korden itu. Bapaknya pun sangat shock mendapati kenyataan tersebut. Ternyata keinginannya yang tertunda untuk segera melepas korden tersebut mengakibatkan dia kehilangan salah satu buah hatinya..
Moral cerita ini:
Segera lakukan ide, ilham maupun pemikiran anda yang sekiranya mampu mencegah hal-hal yang beresiko atau bisa berakibat fatal. Bukan berarti terlalu mudah berprasangka buruk ataupun terlalu mengada-ada dan berpikiran yang nggak-nggak, namun sikap berhati-hati dan waspadalah yang sebenarnya bisa menjadikan hidup kita lebih terhindar dari hal yang tidak kita inginkan. Ingat, penyesalan selalu datang terlambat.. dan penyesalan yang paling menyakitkan adalah penyesalan akibat sebuah penundaan. So, do it rightnow!
(original posting at ceritabijak.blogspot.com on des'05)

The Greatness of 'Asmaul Husna'

Image hosting by TinyPic
Begitu mudahnya manusia mengingat seribu nama-nama temannya, nama-nama pemain bola profesional, atau bahkan menghafal lirik-lirik lagu baru yang diluncurkan oleh sang penyanyi idola. Namun sangat ironis bila manusia yang kecil dan hina di mata Alloh ini tidak mengenal nama-nama Alloh yang menciptakannya. Sungguh tak tahu diri, kalau menurut saya.. Mari kita menghafal 99 nama Alloh, membacanya dan menyebutnya dalam doa di setiap kesempatan, karena kita akan merasa nyaman dan selalu dekat dengan-Nya. Disebutkan bagi siapa yang menghafalkan, memahami dan mengamalkannya maka wajib baginya surga. Tentunya dengan tetap dibarengi dengan ketaqwaan pada-Nya. "walillahi asmaul husna, fad'uhu biha"

Self Esteem (II)

The degree to which people like or dislike themself. Itulah definisi self-esteem. Self esteem sangat dipengaruhi dengan self respect, sebuah penilaian dan rasa hormat dari orang lain yang sering kita jadikan parameter tentang value pribadi kita. Self esteem terbentuk dari self image dan self confident. Yaitu sebuah kondisi image dan confident yang kita set maupun kita harapkan menjadi characteristic kita. Kadang tidak kita sadari, harga diri seolah-olah bergeser. Ini dipengaruhi tingkat kesan dan kepercayaan diri yang fluctuative pada suatu situasi, kondisi maupun komunitas.
Ada tiga penilaian sebuah harga diri dari sudut pandangnya. Yang pertama adalah reality self, merupakaan fact value atau nilai diri kita yang sebenarnya. Kemudian ideal self, sebuah kondisi yang menjadi bayangan dan impian yang diinginkan, biasanya adalah sebuah dream figure yang tentunya lebih baik. Dan yang terakhir adalah social self, sebuah pandangan atau penilaian orang lain pada diri kita. Social self seringkali berbeda-beda, namun yang pasti adalah menjadi pandangan yang lebih obyektif yang memberi penilaian pada point-point yang sering tidak kita sadari dan sulit kita akui.
Untuk memanage harga diri, kita harus menyadari reality self, mempertimbangkan social self dan tetap berupaya mencapai titik ideal self. Jangan sampai muncul gap maupun discrepancy yang terlalu lebar antara diri kita yang sebenarnya dengan apa yang kita inginkan.
Salah satu hal yang sangat dominan mempengaruhi harga diri adalah mulut atau perkataan. Seringkali mulut dianggap lebih tajam dari pisau. Karena mulut mampu merobek-robek hati dan perasaan orang lain jika tidak kita jaga. Benar orang jawa bilang, "Ajining diri gumanthung ana ing lathi, ajining raga gumanthung ing busana"

Category: Motivation

Case of Raju

Sedih juga kalo kita punya anak, adik atau saudara yang mengalami nasib seperti Raju. Bocah yang berumur 8 thn dan masih duduk di bangku kelas 3 SD ini harus mendekam di penjara 15 hari karena dianggap menganiaya teman mainnya karena diejek.
Dalih demi penegakan hukum di Indonesia rasanya masih kurang tepat bila masih tanpa memperhitungkan nilai-nilai moral dan sosial. Apalagi kenyataannnya dua keluarga yang terlibat sudah berdamai, ikhlas dan tanpa ada lagi pengaduan hukum. Banyak komentar para guru besar hukum dan psikolog yang menyayangkan proses pengadilan tersebut, karena selain masih dibawah umur juga dianggap akan merugikan masa depan Raju dan bahkan bisa menimbulkan stigmatisasi bahwa masa depannya sudah hancur lebih awal.
Melihat dari kacamata hukum islam, pihak yang teraniaya atau terbunuh punya hak untuk mengqisos pihak yan menganiaya atau membunuh tanpa mendzalimi dan israf (melebihi batas), membunuh anggota keluarganya yang lain misalnya. Namun apabila islah bisa terwujud tanpa proses qisos, tentunya itu sangat lebih baik dan mulia bagi pihak yang mau tabah menerima musibah. Perasaan ketidakadilan bisa menimpa siapa saja. Karena pada dasarnya hukum yang dibuat manusia tidak akan pernah seadil hukum Alloh.. Bukankah begitu?

Category: Opini

Controversy

Lega juga mendengar bakal dimunculinnya RUU Anti por-nografi dan por-noaksi. Pernah suatu ketika berangan-angan, bila suatu saat mempunyai power, jadi presiden misalnya, hal yang pertama saya lakuin adalah mengkaji ulang kebebasan pers di Indonesia yang disalahartikan. Permasalahan yang dihadapi bangsa ini adalah dekadensi moral. Dan kebebasan pers yang salah kaprah, salah satu contohnya adalah beredarnya majalah dan tabloid xxx, ikut berperan menjadikan bangsa ini menjadi lebih bejat.
Didalam suatu hadist, disebutkan bahwa tidak akan datang suatu tahun, kecuali tahun tersebut pasti akan lebih buruk dan jelek dari tahun sebelumnya (dari segi agama dan moral manusia). Untuk itu, menjaga moral menjadi tanggung jwab kita bersama, jangan biarkan media apapun mempercepat rusaknya dunia ini. Undang-undang ini sangat wajar bila menimbulkan kontroversi, karena memang perlu pengkajian yang mendalam yang bisa mengakomodir semua kepentingan. Pemerintah juga harus memikirkan pihak-pihak yang bakal menjadi korban, perlu dicarikan jalan keluar agar mereka tidak menambah jumlah pengangguran di negeri ini yang sudah mencapai titik kronis.
Terlepas dari kontroversi ini, boleh saya bilang bahwa rancangan undang-undang ini adalah terobosan terbaik dan terbijak dari pemerintahan SBY. Semoga saja bisa memberi manfaat yang maksimum dan bisa disadari oleh semua pihak demi kemajuan bangsa ini. Jayalah selalu Indonesia..!!!

Category: Newsflash


Self Esteem

Sebuah Penghargaan seringkali menimbulkan pro dan kontra. Karena kadang seseorang dianggap kurang atau belum sepantasnya meneriwa award tersebut. Sebuah Penghargaan seringkali menjadi acuan dan motivasi untuk diraih sebagai hasil prestasi dan akan menjadi kepuasan tersendiri. Karena pada dasarnya manusia memang senang mendapat pujian dari orang lain. Namun sebenarnya ada yang lebih mendasar lagi, yaitu penghargaan pada diri sendiri.
Self appreciation bukanlah akar dari kesombongan, dan tidak ada kaitannya dengan paham narsis (narcissism : kecintaan pada diri sendiri yang berlebihan) dan tidak bertentangan dengan sifat humble atau kerendah hatian. Namun sebuah penilaian yang wajar dan jujur pada diri sendiri yang bermuara pada confident level. Self esteem akan menuntun kita dimana dan seperti apa kita harus memposisikan diri kita dalam setiap langkah.
Tidak menghargai diri sendiri adalah sebuah kelemahan yang mendasar pada diri manusia. Kadang seseorang yang pernah mengalami penghinaan, pelecehan, agitasi, dan traumatic yang mendalam bisa menjadikan seseorang merasa priceless dan sadar maupun tidak sadar mensetting dirinya dengan kondisi tersebut. Bahkan terkesan mudah apriori dengan manganggap orang lain akan menilainya valueless.
Yah.. salah besar kalau ada pribadi yang larut dalam under estimated pada diri sendiri. Berbenahlah yang seharusnya dilakukan. Refresh the life dengan sebuah penilaian dan pemikiran-pemikiran baru. Bagaimana mungkin orang lain akan menghargai dan menilai lebih seseorang, jika orang tersebut tidak menghargai diri sendiri. Be your self by apreciate your self..!

Wise Story

Banyak yang bilang, pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa belajar melewati problematika kehidupan dengan belajar dari sebuah pengalaman. Baik pengalaman pribadi maupun orang lain. Banyak orang ragu melakukan suatu hal karena takut akan resikonya, tidak berusaha menepis keraguannya dengan meyakinkah bahwa apa yang kita akan kerjakan akan sangat berarti kedepannya, yah.. minimal sebuah pengalaman. Namun bukan berarti kita bebas gegabah bertindak suatu hal tanpa berpikir lebih dalam dan jauh. Dan sekali lagi, bukan berarti kita terlalu berpikir panjang dan berbelit-belit dalam mengambil sikap. Semua hal harus disikapi dengan bijak, tidak terlalu ngalor ngidul namun juga tidak grusa-grusu. Untuk itulah mari kita belajar dari cerita-cerita dan kidah-kisah bijak yang sudah dilalui dan ditauladani oleh orang-orang disekitar kita. Agar kita tidak melakukan hal bodoh yang seharusnya tidak kita jalani, dan juga tidak melakukan hal yang lebih bodoh, yaitu mengulangi kesalahan yang sama. Tidak ada keledai yang terantuk batu yang sama. Bukankah kita jauh lebih berakal dan berotak dari seekor keledai... So, don't repeat the same mistakes..!!
wish to be wise guys... click on http://ceritabijak.blogspot.com