Dawud Abd's Weblog

Never Ending Learning

More About Me...

blank

Another Tit-Bit...

blank

No Alcohol for Arabian in World Cup

Bangsa Arab memang paling taat dalam menjalankan syariat islam. termasuk di arena Piala dunia 2006 ini. Buktinya tim Arab Saudi menolak gelar man of the match untuk setiap pertandingan di Piala Dunia tahun ini. Faktor sponsor yang memberikan penghargaan tersebut yang menjadi alasan penolakan ini. Pemegang lisensi untuk gelar man of the match memang dipegang oleh perusahaan bir terkenal Jerman, Anheuser Bush Bud alias Budweiser. Hal ini menjadi penyebab utama mengapa Arab Saudi menolak menerima penghargaan dari perusahaan yang menghasilkan minuman beralkohol itu. "Ya, memang seperti itu. Apa yang anda katakan benar adanya dan hanya itu yang bisa saya katakan," ungkap salah satu ofisial Arab Saudi kepada Reuters, Kamis (15/6/2006). Arab Saudi memang dikenal sebagai negara yang memegang teguh ajaran agamanya, yaitu Islam. Ajaran Islam melarang dan mengharamkan untuk mengkonsumsi ataupun mendistribusikan minuman yang beralkohol. Salut Arab!! semoga mendapatkan prestasi sebaik-baiknya di World Cup ini.

Who's more phenomenal?

Dalam sepak bola ada sang phenomenal, Ronaldo dengan gigi kelincinya.

Di dunia model indonesia ada Tiara Lestari, yang mendapatkan phenomenal award dari sebuah majalah Indonesia...

Ataukah ini nih.. Mbah Maridjan, juru kunci gunung Merapi yang tiba-tiba menjadi terkenal seantero jagad karena ritual-ritualnya demi menolak ancaman bahaya meletusnya Gunung Merapi. Sosok yang menjadi panutan warga disekitar gunung Merapi ini sampai dikenal di Negeri Jerman, bahkan Gubernur Munich pun memberi undangan mbah Maridjan untuk hadir di pesta pembukaan Piala Dunia.

Law Learning

Selama hampir 2 bulan ini, Saya mengikuti sebuah persidangan tindak pidana. Persidangan yang panjang dan melelahkan, selama 9 kali, akhirnya memberikan keputusan bahwa sang terdakwa musti mendekam di penjara. Antara puas dan tidak tentunya menjadi bagian dari akhir 'drama' ini. Banyak hal yang saya ambil pelajaran dari persidangan ini, belajar bahwa:

Pertama, ternyata setiap orang punya 'potensi' untuk menjadi si pelanggar hukum. Dan konsekuensinya akan dituntut oleh orang yang merasa menjadi korban. So, berhati-hatilah dan jaga sikap anda jauh-jauh dari pelanggaran hukum.
Kedua, 'Hukum dibuat untuk dilanggar' itulah kenyataan yang terjadi bahwa hukum seringkali bernilai punishment bukan prevention. Hukum atau peraturan hadir terlambat setelah sebuah kesalahan/kriminalitas sudah menjadi fenomena.
Ketiga, pengadilan bagaikan panggung sandiwara yang didalamnya dibumbui intrik-intrik tersembunyi yang tidak kasat mata. Seolah terdapat dua kubu yang bertarung, namun sebenarnya profesionalisme yang menggiringnya hingga tidak terlihat bahwa sebenarnya setiap orang berdiri pada kepentingan masing-masing.
Keempat, banyak penasihat terdakwa mengatakan bahwa banyak fakta mengenai banyaknya orang yang yang sebenarnya tidak salah dan bebas hukum ternyata harus masuk penjara akibat kalah 'kekuasaan'. Namun sebenarnya dia juga menyadari bahwa lebih banyak lagi orang yang bersalah namun justru bebas hukuman.
Kelima, hukuman didunia tidak pernah akan 'seadil mungkin'. Koruptor, pembunuh atau pesakitan narkoba, dipenjara hanya bebarapa tahun dengan fasilitas yang kadang justru memanjakan mereka, bisa terus mengkonsumsi narkoba dan bahkan terus mengedarkannya, atau bisa ijin keluar penjara untuk 'berlibur'.. walah.. Tapi kadang pencuri ayam atau pencuri sandal justru mati dihajar dan dibakar massa akibat pengadilan bebas masyarakat. Yang bikin ngeri lagi, banyak cerita orang yang salah tangkap, atau contohnya karena menuntun motornya sendiri yang macet dikira maling yang tanpa babibu langsung dihajar. Ingatlah bahwa tindakan hakim sendiri ini bisa menimpa siapa saja termasuk kita. Horrified..!
Keenam, lemahnya kesadaran hukum rakyat ini dan juga lemahnya hukum di Indonesia sendiri menjadi PR besar bagi kita untuk ikut membenahi.. Sudahkan anda menjadi masyarakat yang peduli, sadar dan taat hukum?? Semoga..

Help Jogja please..

Hingga 3 Juni 2006, pukul 04.30 WIB, korban bencana alam Yogya dan Jateng mencapai 6241 jiwa, yaitu 4554 jiwa di Yogya dan 1687 jiwa di Jateng. Mari kita bantu saudara kita keluar dari bencana ini.
How to help? please visit:
http://helpjogja.net/how-to-help/
http://indonesiahelp.blogspot.com/
http://www.gudeg.net/index_gempa.php
and the other related link..

Earthquake : Warning or Torture?

In one month period, Indonesia was bustling with disaster especially earthquake. The first is in north coast of java, exactly in nort side of Jakarta. Then south coast of Jogjakarta on 27 Mei that make most serious damaged and smashed with more than five thousand people as victims. And then earthquake in Papua and Padang.

It's merely common disaster that often said as 'world symptom' or any other mean? I think i'ts just warning to us that God is The King of the world that could do manything included destroying this world. In prophet period, God punishing sinned people straightaway and at the time as their torture. In Holy mentioned that after Muhammad period, God will delay their punishment in judgement day, after end of world. So, all disaster that happen should be warning to us to always instropection. Great disaster maybe as early torture just to fu**ing people that violate law and God regulation when live in the world. How about 'ur opinion?..