Dawud Abd's Weblog

Never Ending Learning

More About Me...

blank

Another Tit-Bit...

blank

Barangjasa.com: Detik-detik Menuju 1000 Member

Tepatnya awal 1 April 2007 yang lalu, kami bersama rekan yang mengelola website barangjasa.com me-launching web ini dengan berbagai optimisme dan target yang harus dicapai, meski masih dengan keterbatasan berbagai hal. Salah satu niat dan obsesi kami adalah menghimpun berbagai jenis usaha/bisnis baik skala kecil (UKM) sampai perusahaan besar, dengan berbagai bentuk produk dan jasa apapun itu, untuk berkumpul di web kami sehingga kedepannya bisa menjadi Portal Bisnis terlengkap di Indonesia.
Salah satu target kami di akhir bulan Juli (quartal pertama kami) ini, adalah mencapai 1000 member. Dan sampe saat ini, member yang sudah join di Barangjasa.com sudah mencapai 990 member. Jadi kami masih punya waktu 2 hari untuk menuju 1000 member. Semoga obsesi dan target-target yang lain bisa segera terwujud.

Menilai Bisnis Waralaba

melanjutkan posting sebelumnya masih mengenai bisnis waralaba. Dalam manajemen retail seperti minimarket waralaba, ada aspek internal dan eksternal yang memepengaruhi tingkat penjualan (sales) dan profitabilitasnya.
Internal Key Aspect-nya:
1. Asset
2. Merchandising
3. Human Resources
4. Financial
External Key Aspect a/l:
1. Supplier/distributor
2. Market or competition
3. Consumers characteristic (perilaku konsumen)

Kita bahas sedikit ttg internal key aspect nya satu persatu:
1.Asset ada fisik (bangunan, exterior, peraltan dan sitem penunjang lain : AC, frezzer, shelving dll)
Aset non fisiknya yaitu brand image (citra toko) dan juga price lining image (kesan tingkat harga barang). Indicator 2 aset ini yaitu sperti productivity, reliability, optimalisasi aset, operasional cost, Return on Asset (ROA) dll
2.Merchandising (visual merchandising, layout design, price list, dll)
Indicatornya a/l: availability, impulse buying, dll
3.Human Resources (jumlah karyawan, pembagian shift, training dll)
Indicatornya: Performance, sales per employee, responsiveness dll
4.Aspek Financial (nilai investasi, franchisee fee, royalty fee, distrbution fee, marketing communication dll). Indicatornya: efficiency, liquidity, profitability.

Nah, untuk studi kelayakan bisnis minimarket waralaba ini, bisa diawali dr analisa profitabilitas. Karena analisa profitabilitas cukup membantu menilai bisnis ini krn mncerminkan cashflow bisnis tersebut. Dimana profitabilitas ini dihitung dari cost yg bnr2 dikeluarkan rutin perbulannya (jd diluar biaya investasi toko/bangunan,sewa bangunan, franchisee fee dll yg dikeluarkan pd periode terntu, trutama diawal memulai bisnis). Profitabiliatas formulasi dr Income - outcome. Dimana Income ( Laba bersih penjualan + Pendapatan sewa) dan Outcome adalah Total biaya operasional dan royalty fee (yg dibayar perbulan berdarkan tingkat sales)

Analisa investasi selanjutnya bisa dengan Capital Budgeting, dari situ bisa dihitung perkiraan kapan balik modal bisnis ini (pay back period). Dimana variabel utama analisa ini a/l adalah asumsi sales/blnnya, biaya operasionalnya, franchise & royalty fee, nilai investasi toko (baik bikin toko atau sewa toko), biaya modal, laba operasional dll.

Selanjutnya bisa dilanjutkan analisa Capital Structure Analysis, ini untuk mnguji bisnis dilihat dr struktur modalnya, apakah modal pribadi, modal bersama, apakah memakai pinjaman bank dgn berbgai komposisinya. Mo nganalisa lagi? ada juga Sensitivy Analysis, ini untuk mengecek sbrapa tingkat resiko bisnis ini, jd akan dimainkan angka presentase deviasi (mlesetnya) dari asumsi semula (best case).

Meski mungkin hanya teori, tapi bagus loh kalau mau nguji dulu. Tp jgn kuatir untuk bisnis waralaba, pokoknya masih mantap deh.. buktinya mash menjamur tuh; hehe.. Ada yang minat memberi modal ke saya? hehe..

Beli atau Waralabakan Bisnis Anda

Bisnis waralaba ternyata masih menggiurkan, buktinya pertumbuhan bisnis waralaba terus meningkat. Banyak bisnis waralaba yang sudah besar masih terus berekspansi menambah gerai, cabang atau outletnya baik dari satu segmen ke segmen lain dan ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke luar negeri. Bisnis waralaba (franchisee) seperti menjadi simbol perkembangan bisnis era modern.

Bila Anda ingin berbisnis dan sudah memiliki banyak modal, Anda bisa membeli hak salah satu bisnis waralaba yang di Indonesia sudah mencapai ratusan perusahaan dari berbagai macam jenis bisnis. Bila Anda merintis bisnis Anda sendiri, tidak ada salahnya Anda bermimpi untuk mem-waralabkan bisnis Anda kedepannya.

Apabila Anda tertarik untuk menjadi pembeli hak salah satu bisnis waralaba (franchisee) mungkin perlu dipertimbangkan hal-hal brkt:

Pemilik Usaha Waralaba (franchisor)
- Sejarah dari pemilik usaha waralaba
- Sistim bisnis yang ditawarkan Usaha waralaba
- Usaha bisnis itu sendiri, para saingan/konkuren dan pasaran atau industri secara keseluruhan
- Para pemegang hak usaha waralaba lainnya
- Pengalaman dari para pemegang hak usaha waralaba dalam sistim tersebut untuk mengukur baik buruknya dan berbagai tantangan sebagai pemegang hak usaha waralaba dalam kelompok tersebut.
Segi Finansial
Jumlah uang iuran yang harus dibayarkan, omset atau volume penjualan, besar kecilnya keuntungan yang didapat,pengembalian atas investasi dan kemungkinan bertambahnya nilai usaha waralaba tersebut
Persetujuan Usaha Waralaba
Berbagai ketentuan serta persyaratan persetujuan usaha waralaba yang bersangkutan
Daerah teritorial dari usaha waralaba tersebut
Luasnya, jumlah saingan, kemungkinan bertumbuh dan kemungkinan ditawarkannya usaha waralaba yang sama di daerah tersebut

Sebaliknya, bisnis Anda mungkin sudah ada cabangnya atau mungikn punya banyak resellers. Trus pernahkan Anda berpikir untuk tidak skedar distribusi produk lewat agen, tapi mencoba menjadikan bisnis Anda menjadi bisnis waralaba. Kalau bisnis Anda sudah mempunyai sistem kinerja dan service yang bagus dan punya standar kualitas yang bisa dipatenkan, kenapa tidak di-waralabakan?
Trus siapa nanti yang minat membeli waralaba Anda. Ya tentunya semua butuh proses. Misal jadikan agen yang sdh ada atau saudara atau teman untuk ikut memproklamirkan bisnis waralaba Anda. Asal tahu, didekat saya ada ES Cendol Bandung, yang mjd salah satu bisnis waralaba, yang kalo ga salah masuk MURI sbg bisnis waralaba es-cendol pertama di Indonesia. So, es cendol saja bisa waralaba, kenapa bisnis Anda tidak?

Selanjutnya jadi muncul ide nih, Mungkin ga ya..TDA bikin satu bisnis waralaba yang nantinya didukung dan ikut disebarkan ke penjuru Indonesia oleh komunitas TDA sendiri. Misal bikin TDA-mart (trs trg krn sy punya obsesi pingin pny ritel minimarket, jd ngasih contoh larinya kesitu;hehe..) Gimana nih.. Kalau terwujud, bisa saja nanti tahun 2008 akan muncul headline di Swa berjudul "TDA-Mart ancam Indomaret dan Alfamart"..;).

Jadilah Keledai, Kuda atau Zebra

Untuk berbisnis disaat pasar bisnis yang terus berkembang dan inovatif, perlu banyak strategi untuk tetap bertahan dan terus maju. Produk, jasa atau layanan yang kita tawarkan harus memiliki nilai yang berbeda atau bernilai lebih dibanding kompetitor sejenis. Minjam istilah orang marketing yaitu harus memiliki unique selling point (USP).

Bagi yang akan dan sedang memulai bisnis, perlu juga dari awal memikirkan dan menyiapakan konsep differensiasi. Differensiasi merupakan jenis positioning yang memnag identik dengan upaya untuk meraih dan merebut pasar, tidak hanya sekedar untuk bermain dan membidik ceruk pasar (niche market).

Ada tiga konsep menjadikan bisnis menjadi besar dan bahkan menjadi market leader, yaitu Pertama, atau Terkuat atau Terbeda. Inilah sebenarnya arti dari subject email diatas. Keledai mnrt sejarahnya adalah yang pertama (first mover) untuk jenis ini. Kuda identik dengan hewan yang kuat hingga muncul satuan Horse Power (HP). Sedangkan zebra tampil beda dengan warna garis hitam putihnya.

Zebra adalah lambang untuk differensiasi. Dan sepertinya usaha yang paling terbuka luas saat ini adalah yang "berbeda". Karena untuk jadi yang pertama, Anda harus memiliki produk atau system yang inovatif dan belum pernah ada sebelumnya. Dan untuk menjadi yang Terkuat, Anda butuh proses, system dan terutama yaitu capital yang besar. Nah untuk menjadi berbeda saya pikir adalah yang paling achieveble, terutama untuk yang masih tahap merintis bisnis. Differensiasi menjadi topik utama bila bisnis kita termasuk market follower. Ada banyak hal upaya differensiasi a/l: Cloner, Imitatator dan ada juga Adapter. Meski tentunya produk kita tidak semata2 meniru orang. Meski hampir sama pun itu syah1 saja, wong sama2 menjepemput rizki. (asal ga melanggar HAKI aja, copy right maupun trade mark)

Jika produk dan jasa yang anda jual sekarang banyak ditemukan ditempat lain, jangan kuatir, Pasti banyak celah untuk membuat produk Anda menjadi berbeda di mata konsumen Anda. Mgkn phsiycaly produk Anda yang anda bikin beda, packagingnya, pemasarannya, distribusinya, layanan Anda, dlsb. Jika bisnis Anda masih sekarang stagnan, coba koreksi dan benahi, pasti masih banyak yang bisa diimprove. Jangan pernah menyerah untuk berhasil. Salam sukses.

www.Moslem-Shop.com Toko Muslim Online

Setelah sekitar dua minggu berkutat dengan website, hingga pulang kerja pun kadang musti nglembur sampe jam 1 malam, Alhamdulillah akhirnya kelar sudah prepare website ini. Webstore baru Toko Muslim Online bisa diakses dengan alamat www.moslem-shop.com.
Sementara ini produk yang ditawarkan di Moslem-Shop antara lain seperti baju muslim (baju koko), baju muslimah (gamis, setelan/suits, blouse). Kemudian bermacam-macam jenis jilbab dan mukena, baju anak, koleksi Al-Qur'an dan Al-Hadist kitabussitah, buku vcd islam, dan pernak-pernik lainnya seperti bros, gantungan kunci, selimut, baju renang muslimah dll.
Terima kasih kepada teman-teman di TDA yang sudah memberikan inspirasi dan motivasi juga banyak kerjasamanya hingga salah satu obsesi saya bisa terwujud. Setelah sebelumnya kurang sukses dengan Batik Online, semoga webstore ini bisa sukses dan memberi hasil yang optimal.
Mohan doa restunya...