Dawud Abd's Weblog

Never Ending Learning

More About Me...

blank

Another Tit-Bit...

blank

Mengembangkan Bisnis Lewat Internet

Dalam sejarah internet Indonesia, jaringan internet mulai dibangun dan dikembangkan pada akhir tahun 80-an melalui jaringan paket radio. Saat itu para pionir pelaku radio amatir Indonesia dalam wadah Amatir Packet Radio Network (AMPR-net) seperti Robby Soebiakto dan Onno W. Purbo, berkontribusi besar dengan mengerahkan segala keahlian dan dedikasinya demi perkembangan internet di Indonesia. Kemudian dalam perjalanannya, internet mulai banyak dikonsumsi secara umum di akhir tahun 1990-an yang diitandai mulai menjamurnya warung internet (warnet) di berbagai tempat.

Dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia relatif stabil yaitu 25% per tahun, namun cenderung berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2000 pengguna internet baru 2 juta orang, namun di tahun ini diperkirakan sudah mencapai angka 20 juta pengguna. Memang angka yang cukup besar meski sebenarnya belum ada 10 persen-nya dari total penduduk Indonesia. Dilihat dari tingkat penetrasinya yang hanya 8,1%, Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara ASEAN lainnya. Salah satu faktornya karena penyebaran penggunaan internet di Indonesia tidak merata dan masih terkonsentrasi di Jawa, sementara desa-desa di luar Jawa kurang mendapatkan akses komunikasi data tersebut.

Namun pemerintah bukannya diam saja dalam upaya pertumbuhan internet. Lewat Depkominfo, pemerintah mencanangkan program Desa Berdering pada 2010 dan Desa Pintar pada 2015 di mana sekitar 50% penduduknya akan dapat mengakses Internet. Hal ini sesuai dengan target PBB pada sidang WSIS 2003 di Geneva, dimana diharapkan pada tahun 2015 sudah 50% penduduk Indonesia terkoneksi ke Internet.

Seiring dengan perkembangan internet, para pakar marketing juga melihat pergeseran marketing dari konvensional ke arah electronic/internet marketing. Internet diyakini menjadi media ampuh untuk mengembangkan bisnis. Bahkan perusahaan yang tidak segera beradaptasi diperkirakan akan ditinggalkan klien dan konsumennya. Internet marketing sendiri terus berkembang dari sekedar sebuah company branding, e-commerce (jual beli online), program afiliasi, blog marketing sampai RSS Marketing.

Fenomena yang ada sekarang, internet tidak hanya teruntuk perusahaan yang sudah establish saja, namun sudah banyak dioptimalkan untuk small business bahkan personal business. Apalagi banyaknya penyedia webblog gratis, ikut menyemarakkan dunia bisnis di inernet. Banyak cerita sebuah toko yang hampir kolap mencoba bangkit lewat internet, hasilnya bisnisnya kembali normal bahkan berkembang lebih besar dari sebelumnya. Selain meningkatkan prestise sebuah usaha, lewat website, webstore atau weblog, pemilik usaha juga bisa berinterkasi dengan calon konsumennya sekaligus mencari dan menarik konsumen-konsumen baru.

Ada banyak upaya agar sekecil apapun bisnis kita, sesederhana apapun produk dan jasa kita, bisa bersaing dan terus berkembang lewat internet. Pertama tentunya adalah keberadaan sebuah webpage. Sebuah website bisa memberikan informasi tentang bisnis kita pada para pengunjung. Anda tidak harus belajar detail membuat sebuah website, banyak penyedia blog gratis bisa berfungsi sebagai website sederhana. Kita bisa memunculkan profil lengkap usaha kita, foto-foto atau gambar toko/usaha atau produk-produk kita, dan juga nomor telepon dan email yang bisa dihubungi. Kedua yaitu mendaftarkan bisnis atau usaha kita di portal atau direktori bisnis, seperti www.indonetwork.co.id atau www.barangjasa.com. Dengan begitu akan memudahkan bertemunya para pemilik usaha dengan calon konsumen yang sedang mencari sebuah produk atau jasa. Ketiga yaitu mengikuti komunitas-komunitas bisnis di Internet yang bisa diikuti di forum groups atau mailing list. Dengan mengikuti komunitas, para anggotanya akan saling membantu dalm memberikan informasi dan juga peluang yang bermanfaat.

Artikel sederhana ini juga dimuat di kolom Opini Bisnis di majalah Nuansa Persada, edisi April 2008.

0 comments:

Post a Comment